Alasan Keterbatasan Dana Dinsos Lamtim Diduga Lempar Tangan Masalah Kemanusian Shinta - BNNews

Breaking

CHANNEL BNNews

Wednesday, 20 March 2019

Alasan Keterbatasan Dana Dinsos Lamtim Diduga Lempar Tangan Masalah Kemanusian Shinta


BNNews | Dian Ansori, selaku pendamping P2TP2A Geram dan dirinya mengusulkan agar pemerintah kabupaten Lampung Timur dinas sosial di bubarkan atau Kadis, Kasie dan Kabidnya di ganti saja ”Saya mengusulkan kepada Pemerintah, Dinas Sosial Lampung Timur dibubarkan saja…!!! jika tidak, Kepala Dinas, Kabid dan Kasienya diganti, sebab mereka selalu alasan keterbatasan dana jika, dilaporkan permasalahan sosial. Sabtu (16/03/2019).

Terkait permasalahan Shinta (28th) wanita asal lombok yang di peristri warga kecamatan Sekampung kabupaten Lampung Timur, telah di tinggal kabur suaminya karena mengejar cinta wanita lain, saat ini kondisi Shinta bersama anaknya yang berusia (5th) sedang membutuhkan uluran tangan kepada siapa saja yang perduli akan kemanusiaan.

Shinta (28) yang sakit dan telah dirawat beberapa waktu ini, di diagnosa oleh pihak RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur terkena penyakit Tumor Ganas, dan harus segera di rujuk ke RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Dian Ansori bersama rekan kerjanya, selaku Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur yang diketahui sejak awal di beritahukan oleh pihak polsek sekampung untuk menangani kasus Shinta (28) ini telah berupaya membantu Shinta wanita beserta anak nya (5th) untuk di rawat di RSUD dan mencoba menggalang dana kepada para dermawan untuk biaya perawatan selama di RSUS Sukadana.

Namun, ketika pihak RSUD Sukadana mengklaim bahwa Shinta (28) mengidap penyakit tumor ganas, dan harus dirujuk ke rumah sakit yang dianggap mampu menangani penyakit wanita asal Lombok tersebut, pihak pendamping pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) kembali mencoba berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur.

Menurut Dian Ansori, Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur, sejak awal telah di ajak untuk mengurus permasalahan kemanusiaan ini, namun hingga kemarin (kamis 14 maret 2019), pihak pendamping (P2TP2A) tidak mendapat respon positif dari pihak dinas sosial, bahkan pihak dinas sosial Lampung Timur seakan-akan saling melempar permasalahan.

“Saya berbicara fakta, tidak memfitnah pihak dinas sosial, Kamis (14/03) kemarin, saya sudah laporkan permasalahan ini ke dinas sosial, kepala dinas nya tidak ada dikantor, saya beritahu melalui pesan whatApp pribadinya, tidak direspon. lalu saya menghadap kepala bidang (Kabid) yang membidangi masalah berkaitan dengan pasien yang bernama Shinta (28), jawab Kabid: “sama anak buah saya aja, masalah kayak gini aja masak harus saya”. kata dian meniru pernyataan kabid dinsos kabupaten Lamtim.

Lanjut Dian Ansori,” akhirnya Saya ngadep stafnya yang dimaksud, jawabnya ya nanti kita tindak lanjuti”. tetapi, hingga hari ini tidak ada tindak lanjut.” tambah Dian Ansori.

Dian Ansori mengusulkan kepada pemerintah, agar kepala dinas serta kabid dan kasie dinas sosial kabupaten Lampung Timur diganti jika dinas yang seharusnya menangani kemanusiaan ini seperti main-main.

”Saya telah beberapa kali memberitahukan masalah ini kepada kepala dinas sosial melalui pesan WhatsApp, tetapi tidak pernah dibalasnya. ” Dinas Sosial Lampung Timur isinya sebagian “ORANG-ORANG YANG GA PUNYA HATI” tandas Dian Ansori.

Guna perimbangan berita, awak media akan meminta penjelasan kepada pihak dinas terkait berita. (senin 18/03/2019). (Toni /apri )
Sumber : Dian Ansori pendamping P2TP2A

No comments:

Post a Comment