Ketum PWRI, Dewan Pers Harus Menjadi Pelindung Wartawan Bukan Polisinya Wartawan - BNNews

Breaking

CHANNEL BNNews

Friday, 15 February 2019

Ketum PWRI, Dewan Pers Harus Menjadi Pelindung Wartawan Bukan Polisinya Wartawan


BNNews | Senin lalu (11-02-2019) Dewan Pers mengadakan Diskusi Publik dengan tema “Memberantas Wartawan Abal-abal” di Jakarta, apa sih yang dimaksud “wartawan abal-abal? Juga kenapa harus diberantas? Terkait hal itu, Ketua Umum PWRI  Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn  pun angkat bicara. Sebenarnya tugas dan fungsi Dewan Pers bukan memberantas wartawan abal-abal melainkan membina para wartawan Indonesia sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang Undang-undang Pers, kata Ketua Umum PWRI  Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn  Jum’at (15-02-2019) di Bogor pukul 10.00 Wib.

“Tidak ada namanya wartawan abal-abal, yang ada ya… wartawan, yang mencari dan menghimpun berita lalu beritanya dimuat di media cetak, online dan elektronik. Berita yang sudah dimuat tentunya akan dibaca atau ditonton maupun didengar, jadi wartawan itu adalah pemburu berita dan mempunyai karya tulis. Dewan Pers saat ini sudah tidak mengerti apa tugas dan fungsinya, Dewan Pers harus menjadi pelindung wartawan Indonesia bukan menjadi Polisinya para wartawan, langkah Dewan Pers sudah terlalu jauh di era globalisasi sekarang ini”, ungkap Ketua Umum PWRI  Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn  saat kongkrit.com mewawancarainya disalah satu rumah makan dibilangan jalan tegar beriman.

Masih kata  Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn  apalagi di zaman ini perubahan sangat begitu cepat, tiap detik yang terjadi di wilayah manapun di muka bumi, baik kejadian atau peristiwa bila tidak ada yang memberitakan maka perputaran informasi akan mati alias berhenti. Wartawan lah yang akan menulis rangkaian kejadian atau pun peristiwa secara independent, sehingga rangkaian peristiwa atau pun kejadian tersebut akan menjadi narasi selanjutnya itu akan menjadi berita dan berita dari wartawan-wartawan Indonesia menyebar dari ujung Aceh sampai Papua bahkan dunia.

“Arus informasi (berita-red) tidak dapat dibendung, masyarakat butuh informasi seluas-luasnya, oleh sebab itu wartawan memegang peranan penting dalam memberikan informasi, sehingga wartawan itu harus dilindungi bukan diberantas. Wartawan adalah presentatif dari rakyat dan pemerintah, wartawan adalah pers itu sendiri dan pers  adalah pilar ke-4 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif adalah mitra Pers (wartawan-red), apabila menyakiti Pers ‘wartawan’ berarti menyakiti rakyat. Pers ‘wartawan’ adalah senjata untuk sosial kontrol, bagaimana jadinya Indonesia bila wartawan yang notabenenya menjadi penyambung lidah rakyat dihentikan langkahnya oleh Dewan Pers, padahal Dewan Pers lahir dari wartawan-wartawan seantero Negeri Bumi Pertiwi”, tegas Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn.

Senada juga dikatakan Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor Rohmat Selamat.,SH.,M.Kn,  saya mendukung yang Ketua Umum bilang, karena tidak ada yang dapat menghentikan gerak langkah pemburu berita untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai (masyarakat-red). Wartawan adalah pahlawan, yang berjibaku mempertaruhkan nyawanya untuk mengungkap kezholiman dalam bentuk karya tulis (berita-red), tak elak kekerasan seperti fisik, intimidasi serta ancaman jiwa keselamatan menghantui nya ‘wartawan’, terang Romat Selamat.,SH.,M.Kn  saat mendampingi Ketua Umum PWRI singgah di Bogor.       

"Untuk perjuangan rekan-rekan saat ini yang di komandoi Willson Lalengke, saya (Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn) sangat mendukung, mari kita rapatkan barisan. Walaupun gugatan di pengadilan di tolak, kita akan terus memperjuangkan kemerdekaan pers yang hakiki, mungkin hasil dari buah manis perjuanggan ini bukan kita nikmati hari ini tetapi untuk keberlangsungan pers generasi selanjutnya. Dampak yang sangat luar biasa diskusi “memberantas wartawan abal-abal” sehingga menimbulan stigma bagi wartawan, seperti yang dialami wartawan kongkrit.com di Kabupaten Bekasi, niat mau meliput kegiatan ASN Pemkab … eh malah diusir. Ibarat angin, langsung menusuk tulang, padahal wartawan kongkrit.com yang bernama AmBaR mengedepankan etika dengan memperlihatkan KTA Persnya dan bertujuan untuk meliput. Mari bersama-bersama kita bersatu... salam satu pena, PWRI  Lintas Suku  Lintas Agama, pungkas Ketua Umum PWRI  Dr. (C)  Suriyanto.,SH.,MH.,M.Kn [red]

No comments:

Post a Comment