Kejati Lampung Buru 20 DPO Koruptor - BNNews

Breaking

     

Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR        

Tuesday, 11 December 2018

Kejati Lampung Buru 20 DPO Koruptor


BNNews | Kejati Lampung Tengah memburu 20 dartar pencarian orang ( dpo)  dalam perburuan 20 dpo Orang tesebut Kejati Lampung menyebutkan  Satono dan Alay paling sulit dicari, Senin(10/12/2018)

Kajati Lampung Susilo Yustisius dalam ekspose  menyatakan tengah memburu 20 DPO yang belum tertangkap.

Kajati Lampung Susilo Yustisius mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerja keras memburu 20 DPO lagi

"Hingga akhir November tahun ini, kami bisa menangkap 12 DPO dari 32 DPO. Jadi tinggal 20. Kami akan tangkap terus," ungkap Susilo dalam ekspose di kantor Kejati Lampung, Senin, 10 Desember 2018.

Meski demikian, Susilo mengakui ada kesulitan dalam menangkap para DPO tersebut.

"Kami sebagai aparat penegak hukum (punya slogan) lebih cepat lebih baik. Tapi, rupanya ada kendala-kendala di lapangan. Tapi, kami berupaya lakukan pencarian. Ini terbukti. Dari 32 DPO, kami amankan 12. Pencarian orang tidak mudah," timpalnya.

Namun, kata Susilo, upaya penangkapan DPO terbantu dengan adanya program Tabur (Tangkap Buronan) yang digalakkan Kejaksaan Agung.

"Program Tabur berlaku  di seluruh Indonesia. Seperti di sini, ada buron yang ditangkap di Sumatera Utara. Kami bekerja sama dan kami terus berusaha bagaimana mengeksekusi buron-buron yang ada," katanya.

Susilo pun mengimbau kepada para DPO untuk segera menyerahkan diri.
"Karena cepat atau lambat (pasti) tertangkap. Daripada nanti ada tindakan khusus. Ini lebih baik tinggal nunggu putusan. Kami mengimbau kepada mereka yang belum dieksekusi bisa datang ke kejaksaan terdekat. Baik saudaranya maupun keluarganya beri pengertian agar (DPO) menyerahkan diri," tandas Susilo.

Asintel Kejati Lampung Raja Sakti Harahap menambahkan, dari 20 DPO yang belum tertangkap, yang paling dicari dan menonjol adalah Satono dan Alay.

"Satono dan Alay yang paling menonjol dan sulit," sebutnya.

Namun, Harahap mengaku pihaknya sudah melakukan pemetaan (mapping) dan pendekatan khusus pada pihak keluarga DPO tersebut.

"Masih dalam negeri. Letaknya jauh," katanya.

Mantan bupati Lampung Timur ini menjadi DPO sejak enam tahun lalu, seperti tertuang dalam surat putusan No 253 K/PID.SUS/2012.

Satono merupakan terpidana 15 tahun penjara setelah terbukti korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Lamtim senilai Rp 119 miliar. Salah Satu buronan kakap itu adalah Sugiarto Wiharjo alias Alay.

Alay adalah terpidana 18 tahun penjara dalam kasus yang sama dengan Satono, yaitu korupsi APBD Lamtim.

Bedanya, nilai kerugian negara dari ulah bos Tripanca Group ini sebesar Rp 108 miliar. Terkait 20 DPO lainnya, Harahap menargetkan penangkapan satu DPO setiap tiga bulan.

"Kalau soal memampang gambar DPO, itu tahun 2019. Itu kami pertimbangkan untuk menempel wajahnya. Untung ruginya seperti apa. Takutnya kan malah kabur," tuturnya. (Toni/raja ratu)

No comments:

Post a Comment