Tipikor Surabaya, Korupsi Berjamaah Putusan Hanya 1 Tahun!! - BNNews

Breaking

     

Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR        

Saturday, 10 November 2018

Tipikor Surabaya, Korupsi Berjamaah Putusan Hanya 1 Tahun!!

BNNews | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis1 tahun penjara ke­pada lima terdakwa kasus korupsi pengadaan buku modul kurikulum 2013 di Kota Malang, dilansir RMOL (11/11).

Mereka adalah Sugiarto (pejabat pembuat komit­men/PPK), Abdul Aziz (pemeriksa pekerjaan), Suprayitno (panitia pengadaan), Ketut (tim teknis) dan Khamim (rekanan).

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melaku­kan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," pu­tus ketua majelis Hakim Abdul Hamzah membaca­kan amar putusan.

Pengadaan buku modul kurikulum 2013 di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) atau VEDC (Vocabulary EducationDevelopment Center) merugikan negara Rp 312 juta.

Meski para terdakwa su­dah mengembalikan keru­gian negara itu, namun menurut majelis, hal itu tidak menghapus pidana.

Lantaran itu, majelis me­nyatakan, kelima terdakwa harus dijatuhi hukuman pidana sebagaimana dakwaan Pasal 3 juncto UU Pemberantasan Tipikor. Ancaman hukuman pasal itu, paling ringan 1 tahun penjara dan paling berat 4 tahun penjara

Para terdakwa juga dike­nakan denda masing-masing Rp 50 juta. Menurut majelis, mereka tidak mendukung program pemerintah mem­berantas korupsi.

Majelis mempertimbang­kan hal yang meringankan hukuman yakni para ter­dakwa telah mengembalikan seluruh kerugian negara. Walaupun divonis mini­mal, kelima terdakwa masih pikir-pikir. Begitu pula jaksa penuntut umum.

Pengadaan buku modul kurikulum itu dilakukan pa­da 2013 silam. Pemerintah Kota Malang menghabiskan Rp 1,053 miliar untuk menc­etak 21 ribu eksemplar buku modul kurikulum. Buku modul itu akan dibagikan kepada guru SD, SMP, SMAdan SMK se-Kota Malang.

Dalam pelaksanaannya, hanya 16 ribu eksemplar yang dicetak. Namun penerima pekerjaan melapor­kan penyerahan pencetakan buku dari rekanan sebanyak 21 ribu eksemplar.

Rekanan pun mendapat pembayaran penuh sesuai kontrak. Berdasarkan audit, perbuatan para terdakwa merugikan negara Rp 312 juta.[.]

No comments:

Post a Comment